Jln. Meruya Ilir Komplek Perumahan Qaryah Thayyibah Blok A Srengseng Kembangan Jakarta Barat 11630 Telp. 021-5863140
Lomba Agustusan HUT RI Ke-70
SD Bina Insan
Mandiri - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-70, Sekolah Dasar Bina Insan Mandiri, yang
beralamat di Jl. Meruya Ilir Komplek Perumahan Qaryah Thayyibah Blok A,
Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat, lomaba di
mulai hari kamis 13/8 dari pukul 07.00 s.d 11.30 WIB.
Wakil Bag.
Kesiswaan dan Anggota OSIS bekerjasama menyelenggarakan peringatan Hari Ulang
Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Selain itu dengan adanya acara
ini diharapkan peserta didik dapat
meningkatkan kreativitas serta membangun suasana kebersamaan antar guru dan
siswa. Ditambah lagi kegiatan belajar mengajar tahun pelajaran 2015/2016 ini
baru berjalan 2 minggu, sehingga masih banyak peserta didik baru yang belum
saling mengenal, baik terhadap guru dan juga sesama teman sekelasnya. Oleh
karena itu dengan adanya acara lomba 17 Agustus ini, mereka yang awalnya belum
saling kenal menjadi kenal dan akrab. Dengan demikian dapat menumbuhkan rasa
patriotisme dan nasionalisme dalam diri anak tersebut.
Adapun perlomba
yang diperlombakan pada peringatan HUT RI ke-70 tahun 2015 terdiri dari lomba Futsal Putra dan Putri,
Lomba Tarik Tambang, Lomba Tahfiz, Lomba makan Kerupuk, Lomba Bakiak, Lomba
Baca Puisi, dll. Adapun lomba dimulai dari pukul 07.00 WIB semua peserta didik
dan Guru SD Bina Insan Mandiri mulai berkumpul di halaman sekolah menyaksikan
perlombaan, teriakan dan tawa mulai terdengar di area halaman sekolah ketika
acara berlangsung. Para guru dan
siswa terlihat antusias menyemangati para peserta lomba.
Siti Djabali Rochmah, S.Pd selaku Kepala SD Bina Insan Mandiri
menuturkan, peserta didik yang mengikuti lomba 17 Agustusan ini, tujuan utamanya bukanlah
prestasi. Tapi lebih ke arah rekreatif yang sifatnya gembira, menghidupkan suasana peserta didik dengan
hiburan berupa perlombaan.
Praktik Tata Boga
Sdbim.sch.id - Mata pelajaran
tata boga merupakan pelajaran pilihan di tingkat Sekolah Dasar khusnya SD Bina
Insan Mandiri Jakarta yang berfungsi memberikan kemungkinan besar untuk akrab
dengan berbagai jenis makanan dan adat kebiasaan makan serta kebiasaan diri
yang akrab dengan berbagai jenis makanan dan adat kebiasaan makan ini dapat
menjunjung kualitas sumber daya manusia, yang memiliki kemampuan agar dapat mandiri dan membantu
orangtua dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pembinaan mata pelajaran Tata Boga dikembangkan dengan menekankan
keterpaduan antara 3 lingkungan, yaitu keluarga, sekolah dan Masyarakat.
Disamping itu juga perlu diperhatikan bakat, minat dan kemampuan siswa.
Pembinaan ini dapat dilakukan oleh guru kelas, tenaga ahli / nara sumber di
lingkungan setempat, dengan mendorong dan memantau kegiatan yang dilakukan oleh
siswa di lingkungan pendidikan keluarga dan masyarakat. Sehingga dengan
demikian akan terwujud keselarasan dan kesatuan tindakan dalam pembinaanya.
Tujuan mata pelajaran tata boga adalah mempersiapkan siwa agar memiliki
pengetahuan, keterampilan dan perilaku untuk berperan aktif dalam melestarikan
dan mengembangkan tata boga sebagai sumber budaya bangsa . Pemberian
keterampilan Tata Boga melalui pendidikan perlu dimulai dari pengenalan,
pemahaman, penguasaan, penerapan sampai
pembentukan etos kerja. Secara rinci tujuan penerapan muatan lokal Tata Boga
adalah sebagai berikut :
- Memperkenalkan kepada siswa terhadap berbagai jenis makanan, cara mengolah makanan sampai adat kebiasaan makan yang dijunjung tinggi.
- Memberikan kelak kemampuan dan keterampilan kepada siswa yang dapat dijadikan bekal hidup berkeluarga di masyarakat dan atau bekal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
- Memberikan bekal kepada siswa agar dapat menolong dirinya sendiri dan membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penghijauan di lingkungan sekolah
Sdbim.sch.id
- Pemanasan global kini bukan lagi isu
lingkungan, melainkan fakta nyata masalah lingkungan yang sedang terjadi.
Pemanasan global menyebabkan siklus pergantian musim menjadi sulit
diprediksi. Fakta nyata dari pemanasan global ini ditandai dengan musim kemarau
yang menyebabkan kekeringan dan curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir.
Aksi nyata yang dapat mencegah memburuknya kondisi lingkungan
akibat pemanasan global adalah dengan memelihara dan menjaga lingkungan alam
saat ini. Berbagai konsep pemeliharaan lingkungan dibentuk oleh organisasi
internasional, Pemerintah dan juga komunitas di dalam negeri. Aksi nyata yang
dapat dilakukan adalah penghijauan lingkungan baik di lingkungan masyarakt
maupun di lingkungan sekolah sebagai sarana media pembelajaran dalam menjaga
dari pemanasan global.
Lingkungan dan Ruang belajar di kelas
juga dapat dijadikan medium penghijauan, seperti penataan ruangan kelas yang
menempatkan furnitur untuk pot tanaman. Suasana seperti ini akan menambah kesan
teduh di dalam kelas karena udara lebih segar dan siswa mendapat manfaat dari
penghijaun ini.
Taman kota bisa menjadi sarana edukasi bagi siswa siswa Sekolah Dasar. Taman kota atau hutan kota menjadi laboratorium bagi anak-anak sekolah untuk belajar mengenal tanaman dan cara-cara memelihara lingkungan. Penghijauan di taman kota bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, karena lebih dekat dengan alam dan melatih kepekaan pada lingkungan. Membawa anak ke taman kota jauh lebih bermanfaat dibandingkan membawa anak-anak bermain di dalam Mal.
Berikut beberapa manfaat penghijauan
bagi lingkungan dan manusia:
- Penghijauan Untuk Mencegah Banjir;
- Menjaga kualitas air tanah;
- Mengurangi polusi udara;
- Mengurangi Dampak Hujan Asam;
- Pengontrol Iklim;
- Mengurangi partikel debu;
- Mencegah Efek Rumah Kaca;
- Suplai Pupuk Alam;
- Pencegah Erosi;
- dll.
Praktik PLBJ
Sdbim.sch.id – Upaya
melestarikan nilai-nilai luhur dalam suatu lingkungan (budaya), salah satu yang
ditempuh adalah melalui pendidikan khususnya SD Bina Insan Mandiri Jakarta.
Seperti halnya yang sering disampaikan dalam talkshow atau seminar-seminar, saluran ini dinilai masih eksis
efektif dan tepat sasaran untuk diterapkan di masyarakat.
Salah satu upaya kentara dari pemerintah untuk
menghadang arus deras itu adalah dengan memasukkan subjek PLBJ (Pendidikan
Lingkungan dan Budaya Jakarta) sebagai mata pelajaran wajib (muatan lokal)
jenjang sekolah SD-SMP.
Sebagai contoh, pada jenjang SD kelas 5, siswa
diberikan mata pelajaran PLBJ dengan submateri di antaranya: Jenis Perumahan,
Cerita Mirah dan Marunda, Musik Tanjidor, Upacara Adat Nujuh Bulan, Permainan
Bentengan, Kantor Perwakilan NegaraSahabat dan Kantor Lembaga Internasional,
Lenong Betawi Tari Cokek, dll. Materi-materi tersebut tertuang dalam sebuah
buku ajar yang digunakan dalam proses KBM di kelas.
Dalam kata pengantar buku cetak PLBJ kelas 5 SD
milik salah satu penerbit dikatakan bahwa pendidikan yang tertuang dalam PLBJ
mengarahkan siswa menjadi warga Jakarta yang demokratis, bertanggung jawab, dan
cinta damai. Mata pelajaran ini mengkaji lingkungan alam, sosial, dan budaya di
Jakarta. Secara objektif, mata pelajaran ini sarat akan pengetahuan berbasis
aplikasi tentang menjaga budaya Jakarta. Tidak hanya mengetahui pernak-pernik
budaya Jakarta berupa tarian maupun produksi karya, namun juga wawasan
keseharian yang menuntun siswa untuk memiliki kepedulian terhadap
lingkungannya.
Jakarta, masih memiliki harapan. maraknya gerakan
perbaikan, pembenahan, dan pelestarian kebudayaan Jakarta akan signifikan jika
memang dari setiap unsur masyarakat di dalamnya sama-sama beranjak dan
melangkah ke arahnya. Masyarakat, mulai peduli terhadap lingkungan. Dari hal
terkecil seperti menghemat penggunaan air dan listrik, membuang sampah
sembarangan, sampai pada menggunakan bahan bakar kendaraan ramah lingkungan.
Betapa pentingnya mengokohkan pendidikan
ke-Jakartaan bagi masyarakat, utamanya melalui pendidikan formal. Maka, jangan
biarkan PLBJ meluntur.